BerandaBlogPanduan Jurnal

Jurnal Scopus: Cara Mengecek Jurnal Terindeks Scopus dan Kuartilnya

Penulis: Aditya Ramadhan5 menit baca18 Oktober 2026

“Jurnal Scopus” adalah sebutan untuk jurnal yang terindeks di basis data Scopus. Banyak kampus dan instansi di Indonesia menjadikannya syarat publikasi, sehingga klaim “terindeks Scopus” juga sering disalahgunakan. Artikel ini menjelaskan apa itu Scopus, cara mengecek status jurnal langsung dari sumber resminya, cara membaca kuartil Q1 hingga Q4, dan tanda-tanda jurnal palsu.

Apa Itu Scopus?

Scopus adalah basis data abstrak dan sitasi milik Elsevier yang mencakup jurnal ilmiah, prosiding, dan buku dari ribuan penerbit di seluruh dunia. Jurnal tidak “diterbitkan oleh Scopus”. Jurnal diterbitkan oleh penerbit masing-masing, lalu dievaluasi oleh dewan independen Scopus (Content Selection and Advisory Board) sebelum diindeks.

Status indeks juga tidak permanen. Scopus terus mengevaluasi jurnal yang sudah terindeks, dan jurnal yang tidak lagi memenuhi standar bisa dihentikan pengindeksannya (discontinued).

Cara Mengecek Jurnal di Scopus: Langkah demi Langkah

  1. Buka halaman Scopus Sources. Pencarian di halaman ini gratis dan tidak memerlukan langganan.
  2. Cari berdasarkan ISSN, bukan hanya judul. Nama jurnal bisa mirip satu sama lain, sedangkan ISSN unik. Ambil ISSN dari situs resmi jurnal, lalu masukkan ke kolom pencarian.
  3. Buka halaman detail jurnal. Periksa nama penerbit, ISSN dan e-ISSN, bidang ilmu (subject area), serta tahun cakupan. Jika cakupannya berhenti di tahun tertentu, artikel yang terbit setelah tahun itu tidak terindeks.
  4. Cocokkan dengan situs jurnal. Pastikan nama penerbit dan ISSN di Scopus sama persis dengan yang tertera di situs jurnal tempat Anda akan mengirim naskah.
  5. Periksa daftar jurnal discontinued. Elsevier memublikasikan daftar jurnal yang dihentikan pengindeksannya di halaman Scopus Content. Cek jurnal tujuan Anda di daftar itu.
  6. Lihat kuartilnya. Kuartil Q1 hingga Q4 yang paling sering dipakai berasal dari SCImago Journal Rank (SJR), yang dihitung dari data Scopus.

Cek ulang status jurnal tepat sebelum mengirim naskah. Status indeks dan kuartil diperbarui secara berkala, jadi hasil pengecekan beberapa bulan lalu bisa sudah berubah.

Memahami Kuartil Q1–Q4

Kuartil membagi jurnal dalam satu kategori bidang ilmu menjadi empat kelompok berdasarkan peringkat metriknya.

KuartilPosisi dalam kategoriGambaran umum
Q125% teratasPaling kompetitif; tingkat penolakan biasanya tinggi
Q225-50%Kompetitif, dengan standar metodologi yang ketat
Q350-75%Tetap terindeks dan ditelaah sejawat
Q425% terbawahTetap terindeks; bobotnya tergantung aturan instansi

Ada dua hal yang sering terlewat. Pertama, kuartil dihitung per kategori bidang ilmu, sehingga satu jurnal bisa berada di Q1 untuk satu kategori dan Q2 untuk kategori lain. Kedua, kuartil dihitung per tahun. Pakai data tahun terbaru, atau tahun yang diminta aturan kampus Anda.

Metrik Jurnal yang Perlu Diketahui

MetrikPenyediaCara membacanya
SJR (SCImago Journal Rank)SCImago, berbasis data ScopusBobot sitasi yang mempertimbangkan prestise jurnal pengutip; dasar kuartil Q1–Q4 di SCImago
CiteScoreElsevierRata-rata sitasi per dokumen dalam jendela empat tahun; ditampilkan dengan persentil per bidang
SNIPCWTS, berbasis data ScopusDampak sitasi yang dinormalisasi menurut kebiasaan sitasi tiap bidang

Metrik ini menggambarkan jurnal, bukan kualitas satu artikel tertentu. Gunakan sebagai salah satu pertimbangan, bersama kesesuaian ruang lingkup dan pembaca sasaran.

Waspada Jurnal Hijacked dan Klaim Palsu

Jurnal hijacked adalah situs tiruan yang memakai nama, ISSN, bahkan tampilan jurnal asli yang terindeks Scopus. Penulis mengira mengirim ke jurnal bereputasi, padahal artikelnya terbit di situs palsu dan tidak pernah terindeks. Tanda-tandanya antara lain:

  • Alamat situs berbeda dari yang tercantum di halaman jurnal tersebut di Scopus.
  • Menjanjikan terbit dalam hitungan hari atau minggu dengan jaminan diterima.
  • Meminta pembayaran ke rekening pribadi atau sebelum ada proses telaah.
  • Menampilkan logo Scopus sebagai bukti, tanpa tautan ke halaman jurnal di Scopus.
  • Menggunakan email gratisan, bukan domain penerbit.

Untuk memeriksa, gunakan Retraction Watch Hijacked Journal Checker, lalu bandingkan alamat situs dengan data di Scopus.

Jika Jurnal Dihentikan Pengindeksannya

Artikel yang terbit sebelum tanggal penghentian umumnya tetap tercatat di Scopus, sedangkan artikel yang terbit sesudahnya tidak diindeks. Jika naskah Anda sedang dalam proses di jurnal yang baru saja dihentikan, pertimbangkan untuk menarik naskah dan mencari jurnal lain, terutama bila publikasi itu dibutuhkan untuk syarat tertentu.

Checklist Sebelum Mengirim ke Jurnal Scopus

  • ISSN dicek langsung di Scopus Sources
  • Tahun cakupan Scopus masih berjalan
  • Jurnal tidak ada di daftar discontinued terbaru
  • Alamat situs sama dengan yang tercantum di Scopus
  • Kuartil dicek untuk kategori dan tahun yang relevan
  • Ruang lingkup jurnal sesuai dengan topik naskah
  • Biaya publikasi (APC), jika ada, diumumkan resmi di situs penerbit
  • Naskah sudah mengikuti author guidelines dan templat jurnal

Kesalahan Umum Saat Memilih Jurnal Scopus

  • Hanya percaya pada klaim di situs jurnal atau di brosur.
  • Mencari berdasarkan nama tanpa mencocokkan ISSN.
  • Memakai data kuartil tahun lama.
  • Mengira prosiding terindeks Scopus setara dengan jurnal Q1.
  • Memilih jurnal karena kuartilnya saja, padahal ruang lingkupnya tidak cocok, sehingga naskah ditolak di tahap awal.

FAQ

Apakah mengecek jurnal di Scopus berbayar?

Tidak. Halaman Scopus Sources bisa dipakai gratis untuk mengecek status dan metrik jurnal. Langganan institusi diperlukan untuk fitur pencarian artikel yang lebih lengkap.

Berapa lama artikel muncul di Scopus setelah terbit?

Bervariasi, dari beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung jurnal dan penerbitnya.

Apakah jurnal Q4 masih dianggap bereputasi?

Jurnal Q4 tetap terindeks Scopus. Bobotnya untuk kenaikan jabatan, kelulusan, atau hibah bergantung pada aturan instansi masing-masing, jadi cek aturan yang berlaku bagi Anda.

Apa beda Scopus dan Web of Science?

Keduanya basis data sitasi internasional dengan proses seleksi sendiri. Scopus dikelola Elsevier, sedangkan Web of Science dikelola Clarivate. Satu jurnal bisa terindeks di salah satu atau keduanya.

Apakah jurnal Scopus pasti berbahasa Inggris?

Tidak selalu. Sebagian besar memang berbahasa Inggris, tetapi Scopus juga mengindeks jurnal berbahasa lain, termasuk beberapa jurnal dari Indonesia, selama abstraknya tersedia dalam bahasa Inggris.

Kesimpulan

Selalu cek status jurnal Scopus langsung dari sumbernya: cari ISSN di Scopus Sources, pastikan cakupannya masih berjalan, periksa daftar discontinued, dan cocokkan alamat situsnya. Setelah itu, pilih jurnal yang ruang lingkupnya sesuai dengan naskah Anda. Untuk jurnal nasional, panduan jurnal adalah menjelaskan peringkat SINTA. Jika Anda menargetkan jurnal bereputasi, layanan rekomendasi jurnal dan strategi jurnal Q1–Q2 dari Terindeks dapat membantu.

References

Bagikan

Aditya RamadhanPenulis di Terindeks

Artikel Terkait

Lihat semua artikel

Siap menembus jurnal bereputasi?

Pilih paket pendampingan yang sesuai dengan target publikasi Anda.

Lihat Paket